Pedang Nabi Daud

pedang-daud1Kunjungan ke Istambul sangat menarik. Bukan saja karena bangunan bersejarahnya namun  cerita tentang perjuangan Al Fatih menembus Benteng Byzantium sangat menarik. Maka sejarang Istambul selalu diiringi dengan sejarang perang.

Ada banyak pedang terimpan di Top Kapi, sebuah musium yg dahulunya adalah istana Al Fatih. Tidak saja pedang para pemimpin Istanbul, bahkan Pedang Nabi Muhammad saw, pedang para sahabat, dan bahkan pedang Nabi Daud. Namun karena tak boleh mengambil foto, maka sayangnya tak bisa saya tampilkan semua disini.

Suatu saat saya akan memberi komentar atas pedang-pedang ini.

Kita mulai saja dari yang saya “curi” fotnya secara diam-diam (sebelum akhirnya dilarang petugas musium).  Foto ini adalah foto pedang Nabi Daud. Disimpan oleh Bizantium selama berabad-abad (Istanbul dahulunya adalah ibu kota Romawi/Byzantium).

Pedang ini sepanjang kira-kira 90 cm saja. Gagangnya kecil dan bilahnya bermata dua dengan ukuran lebar bilah sekitar 5 cm, meruncing keujungnya. Untuk ukuran Nabi Daud yang menurut sejarah bertubuh kecil, pedang ini memang akan sangat lincah untuk dimainkan.  Buat ukuran orang Indonesia – seukuran tangan saya – pedang ini sangat pas dipegang. Tanpa memegangnya saya bisa merasakan bahwa kesetimbangannya sangat bagus dengan gagang berlapis kulit hitam yang mantap.

Nabi Daud juga menggunakan tameng (konon di tamengnya ada logo bintang segi 6 seperti logo Israel sekarang). Maka saya membayangkan pedang ringan dan tameng ini menjadi alat beladiri yang efektif buat Nabi Daud. Nabi Daud dikenang sebagai orang yang mengalahkan Gholiath yang bertubuh sangat besar dalam sebuah peperangan. Pada waktu itu Nabi daud masih dalam usia remaja.

About these ads

8 Comments

  1. wah… masih ada ya pedangnya Nabi Daud…
    oya.. sebagai sesama pecinta beladiri, bolehkah bertukar link?

  2. masa Allah

  3. Aku suka beladiri. Tapi yang aku tidak suka, beladiri itu suka bangga-bangga diri. Apa lagi kalau mematahkan benda keras. Dulu aku percaya kalau orang beladiri bisa sekuat itu. Tapi, tulang tidak akan sekuat baja. Ternyata semua itu palsu. Besi dragon katanya, ternyata hanya besi biasa. Orang biasa saja bisa mematahkannya. Cor semen, itukan ada takarannya! Balok es, walah… Semua itu tidak kuat seperti kelihatannya!!! Semua yang dipakai ahli beladiri itu adalah khusus. Coba suruh mereka pukul tembok rumah, pasti merengek kesakitan!!! Aku malu dengan KOPASSUS!!! Mereka pakai atraksi palsu itu didepan semua mata Indonesia. Seharusnnya SPECIAL FORCE seperti itu jangan begitu. Aku yakin mereka hebat, tapi bukan hebat HANCURIN BATU… Kecuali pakai BOM… Bgitu halnya beladiri, semuanya sama… Karate, Kung Fu, Taekwondo, Silat gak ada bedanya. Semua tergantung orangnya. Yang latihan keras setiap hari, dan yang lebih keras lagi, dialah yang kuat. Saya selaku karateka INDONESIA, BRAVO MARTIAL……………………. ARTS……………………………………………………………………………………………..

    • hemmm…. (?)

  4. subekanallah, memambah kecintaan saya pada rosullohlah saw

  5. mas itu fotonya banyak di google…!!!!
    apa benar anda ke turki??ada foto mas lagi di istanbul ga??ato deket musium lagi apa githu???

  6. Bang Edo…………. maaf… mungkin banyak rekan2 kt yg menggunakan alat2 kamuflase dlm atraksi, tetapi ada istilah ‘konfu’ dan ‘kime’ dalam aliran tertentu yg bila diartikan secara harfiah kurang lebih ‘kekuatan – keterampilan dalam mempertahankan diri yang dihasilkan dari latihan yang terus menerus’.
    Dan tidak sedikit rekan2 kt yang memiliki ‘konfu’ yg baik.
    Salam persaudaraan pecinta seni beladiri.

  7. Salam buat semua….
    Saya lihat hampir semua ilmu bela diri yang langsung kontak fisik dengan lawan tetap menggunakan jurus “TANGKISAN/ MENANGKIS SERANGAN”. Hal ini menurut saya tidak efektif sebagai jurus bela diri, karena masih menganut kekuatan fisik. contohnya: wanita yang lemah tentu tidak mampu menahan tendangan keras dari lawan, demikian pula tinju, sikut. Kalau tidak mampu menahan/menangkis maka kita tetap kena pukulan dan minimal tangan kita sakit menahan pukulan tersebut.

    Ditempat saya… aja jurus kontak fisik (tanpa ilmu tenaga dalam, tanpa jampi/doa) yang tidak perlu menangkis serangan lawan, semakin kuat dan cepat datang, semakin cepat ia akan roboh. cukup dua atau tiga jurus. Kalau cerdas, cukup belajar satu malam, langsung HATAM. Saya rasa ini baru bela diri sesungguhnya….

    Wasalam
    rinaldi_nasiri@ymail.com


Comments RSS TrackBack Identifier URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.