Mencari Format Baru Pertandingan IPSI

Pertandingan silat IPSI dibagi dalam 2 katagori. Pertama adalah pertandingan laga yaitu pertandingan dengan menilai gerak dalam rangkain jurus tertentu atau peragaan perkelahian baik tangan kosong atau bersenjata. kedu adalah teknik perkelahian bebas dengan batas-batas sasaran dan dapat diberi nilai, serta penilaian kepada teknbi silat lain seperti jatuhan hindaran dsb.

Selama ini kritik kepada sistem pertandingan perkelahian IPSI adalah eveknya kepada pesilat berupa hilangnya teknik silat, tidak diakomodasinya teknik kuncian dan serangan hindaran yang beragam dari banyak aliran silat. Belum lagi sebenarnya kemampuan teknik pertandingan IPSI ternyata mempengaruhi kemampuan pesilat untuk pertsarungan sesungguhnya, artinya juara silat IPSI mungkin belum tentu pandai berkelahi dal;am keadaan sesunguhnya. Apa salahnya?

kalau kita membicarakan metoda baru pertandingan IPSI, artinya kita telah terus mengembangkan da dan menempurnakan pertandingan agar mencapai hasil yang paling tepat. Konteks merubah sistem pertandingan adalah seperti olahraga Sepak Bola, Bulu Tangkis, Tinju, dll yang terus mengalami penyempurnaan aturan pertandingan.

Dahulu IPSI mengembangkan pertandingan silat sistem baru (PSB) namun sekarang tak pernah terdengar lagi inovasinya. KIta memang perlu merumuskan format yang lebih baik, yang sesuai dengan maksud pencak silat irtu sendiri. Disinilah tantangan kita, mampukah menemukan sistem baru pertandingan IPSI?

 

Janji PERISAI DIRI

Saya juga posting janji Perisai Diri yang biasa dibaca ketika latihan dan pertandingan Perisai Diri.

Janji Perisai Diri

Kami Keluarga Silat Nasional Indonesia “PERISAI DIRI” berjanji

1. Bartaqwa Kepada Tuhan Yang Maha Esa
2. Setia dan Taat Kepada Negara
3. Mendahulukan Kepentingan Negara
4. Patuh Kepada Perguruan
5. Memupuk Rasa Kasih Sayang dan Kekeluargaan

PRASETYA PESILAT IPSI

Ini saya postingkan bagi yang ingin memahami Prasetya Pesilat.

Prasetya Pesilat

Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berbudi pekerti luhur
Kami Pesilat Indonesia adalah warga negara yang membela dan mengamalkan Pancasila dan UUD 1945
Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang cinta bangsa dan tanah air Indonesia
Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang menjunjung tinggi persaudaraan
Kami Pesilat Indonesia adalah pejuang yang senantiasa mengejar kemajuan dan kepribadian Indonesia
Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang senantiasa menegakkan kebenaran, kejujuran dan keadilan
Kami Pesilat Indonesia adalah kesatria yang tahan uji dalam menghadapi cobaan dan godaan

Teknik Golok Garuda Minang

Sudah lama saya ingin belajar teknik golok dari silat betawi. Beberapa kali sempat diskusi penggunaan golok oleh teman betawi dari Cibitik di bilangan kebagusan Pasar Minggu, namun belum kesampaian praktek hinga saat ini.

Saya sendiri mencoba menggunakan golok dua dengan teknik asli Garuda dan golok satu dengan teknik asli Minang-nya Perisai Diri.  Atau kadang dicampur menjadi kombinasi garuda – minang.

Berbeda dengan pedang yang bentuk serangannya mengiris, atau pisau yang dipakai untuk senjata tusukan, penggunaan golok memang untuk membacok atau menebang. Kombinasi teknik garuda dan minang dengan golok sangat enak dilihat. kombinasi sikap dan serangan garuda serta sikuan minang menghasilkan turunan sikap dan serangan golok yang kaya, termasuk tipuannya geraknya yang mengagetkan. walau dengan senjata golok, serangan kaki seperti lingsang, kuda kuningan, sapuan, gejuk, atau serangan bawah semisal jontrot, selosor dan lainnya akan me memperkaya teknik golok ini.