Melatih Silat, Mendidik Generasi Bangsa

Banyak yang tak menyangka bahwa melatih silat adalah menyenangkan. Sebab melatih silat bukan saja mengupayakan mereka selamat di dalam kehidupan, melainkan juga mendidi mereka agar mandiri dan sukses di masa depannya.

Latihan Perisai Diri di Kampoeng Silat Jampang

Jika anda tinggal di sekitar Parung, maka anda biusa mencoba mengajak anak dan keluarga belajar silat di Kampoeng Silat Jampang di Kawasan Zona Madina. Lokasinya sekitar 300 Meter sebelah utara gerbang Perumahan Telaga Kahuripan Parung.

Latihan silat ini dilaksanakan pada setiap Hari Minggu Jam 08.00 – 10.00. Latihan perisai diri ini dipimpin oleh Chairul (Strip Merah) dan Mas Ari Winarko (strip Biru) dan terbuka bagi masyarakat umum.

Perisai Diri di Kampoeng Silat Jampang ini dimulai pada 13 Februari 2011. Pesertanya beragam dari anak, remaja, dan dewasa.

Teknik Pendeta

Indra dan Ari

Belajar Silat di Kampoeng Silat Jampang

Silat di Relief Borobudur

Silat sudah ada ada sejak Nusantara. Meskipun banyak silat yang saat ini dipengaruhi oleh beladiri china, Silat sebenarnya sudah ada sejak lama, selama peradaban di Nusantara Purba. Memasuki zaman sejaran Silat dipengaruhi oleh budaya Hindu. Ini tergambar di relief Borobuduradn beberapa arca yang menunjukkan posisi kuda kuad silat dan gerakan kaki dan tangan yang dapat dipersepsikan kuat dengan silat.

Silat kemudian memang berkembang di masa Sriwijaya sampai ke wilayah yang saat ini disebut ASEAN.

Daun Melayang

teknik daun melayangIbarat daun yang tergeletak di tanah kemudian dihempas angin, begitulah gerak ini diberi nama Daun Melayang. Daun yang ditiup angin melayang naik dan meliuk kemudian jatuh secara terbalik. Ini bagaikan gerak daun melayang melompat tinggi dan pancernya masuk ke posisiĀ  terlemah lawan untuk kemudian menyerang dengan serangan yang melumpuhkan. Lompatan ini mendarat ke tanah dengan berbagai macam posisi yang disesuaikan dengan kondisi serangan dan posisi lawan.

Dalam gambar nmpak lawan yang menghindar dengan melingkar ke kanan sikap harmiau merendah dikejar serangan dengan daun melayang ke kanan jibai dengan pukulan menggunakan tongkat atau dalam bahasa jawa disebut ‘teken’.